DAFTAR
ISI
COVER
MAKALAH.................................................................................................................. I
DAFTAR
ISI................................................................................................................................ II
BAB
I PENDAHULUAN........................................................................................................... 1
A. Latar
belakang................................................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah............................................................................................................. 1
C. Tujuan
penulisan............................................................................................................... 2
BAB
II PELAYANAN SEKOLAH MINGGU DALAM GEREJA......................................... 3
A. Sejarah
Sekolah Minggu................................................................................................... 3
B. Pelayanan
Sekolah Minggu............................................................................................... 5
C. Pentingnya
Pelayanan Sekolah Minggu dalam Gereja...................................................... 6
D. Tanggung
Jawab gereja dalam pelayanan Sekolah Minggu ............................................. 7
BAB
III PENUTUP..................................................................................................................... 10
A. Kesimpulan....................................................................................................................... 10
B. Saran................................................................................................................................. 10
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dunia anak merupakan dunia yang cukup rumit dipahami
oleh orang dewasa, sekalipun semua orang dewasa pernah tinggal di dalamnya.
Salah satu penyebab kerumitan tersebut adalah perubahan total antara anak-anak dan orang dewasa.
Dimana perubahan ini semakin hari dan juga semakin banyak pula perubahan pada
perilaku manusia. Pemandangan ini bukan hanya terjadi di dunia anak secara umum
tapi juga sampai di dunia anak dalam gereja atau di kenal dengan Anak Sekolah
Minggu.
Gereja sebagai tubuh Kristus yang merupakan kumpulan
orang-orang percaya yang dipanggil keluar dari gelap kedalam terang, bukan
hanya terdiri dari jemaat yang berusia dewasa tetapi termasuk di dalamnya
anak-anak. Itulah sebabnya gereja merasa perlu untuk memberikan perhatian
khusus dalam dunia anak yang cukup rumit.
Sekolah minggu sangat penting dalam menjangkau orang
yang sesat bagi Kristus dan dan dalam pengembangkan mereka agar menjadi seperti
dia.[1]
Sekolah minggu berperan aktif dalam mengajarkan anak-anak supaya mereka taat
kepada Tuhan, dan mengajari mereka bagaimana mereka melayani Tuhan.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis
mengajukan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah
sekolah minggu itu?
2. Apa
Pentinnya pelayanan sekolah minggu dalam gereja?
3. Apa
tanggung jawab Gereja dalam pelayanan sekolah minggu?
C. Tujuan
penulisan
Adapun tujuan penulis
dari makalah ini diantaranya yaitu:
1. Menjelaskan
tentang pelayanan Sekolah Minggu.
2. Menjelaskan
pentingnya pelayanan Sekolah Minggu.
3. Menjelaskan
Tanggu jawab Gereja dalam pelayanan Sekolah Minggu.
BAB II
PELAYANAN SEKOLAH MINGGU DALAM GEREJA
A. Sejarah
Sekolah Minggu
Berdirinya
sekolah minggu dimulai sejak tahun 1980 dimana Raikes melakukan pencobaan
dengan sekolah sederhana bagi anak-anak miskin. Raikes meminta pertolongan
kepada seorang ibu yang mendidik beberapa anak dirumahnya pada hari-hari biasa.
Dimana juga Raikes membayar gaji ibu itu bila Dia rela untuk mendidik anak yang
akan diantar kepadanya pada hari Minggu. Oleh karena seiring berjalannya waktu
dimana ibu yang mengajari anak-anak pada sekolah tersebut tidak mampu
mengajarkan anak-anak yang tidak mau belajar ibu itu pun tidak rela lagi
menerima anak didik dari Raikes.
Seiring
berjalannya waktu Raikes menemukan guru kedua yaitu Ibu Critchley dimana Ia lebih
pintar, dan jabatan guru itu dijabat secara turut temurun hingga sampai pada
tahun 1863. Raikes dan ibu Critchley mufakat bahwa seorang anak harus belajar
mengendalikan diri sebelum ia dapat memperoleh keuntungan dari mata pelajaran
akademis. Anak-ank yang diaajarkan sudah tiba dirumah jam 10 pagi dimana meraka
diajarkan untuk mebaca sampai jam 12 siang, dan kemudian pada pukul 13.00
mereka diantar ke gedung gereja untuk beribadah. Setelah selesai kebaktian mereka kembali lagi kerumah
ibu Critchley dimana mereka menghafalkan katekismus sampai pada jam 17.00 sore.
Karena begitu berjalannya waktu dan hasilnya semakin meningkat, maka Raikes pun
membuka sekolah minggu di tempat lain termasuk dijemaatnya sendiri, yakni Saint
Mary de Crypt. Dan pendirian sekolah minggu pertama itu terjadi dalam jemaatnya
sendiri sebagai usaha kerjasama Antara temannya Thomas Stock. Dimana Thomas
Stock sebagai pendeta dalam jemaat Saint John the babtist dan juga sebagai
kepala sekolah Katedral di Gloucester.
Sekolah
minggu mula-mula didirikan untuk menolong angkatan mudah agar hidup lebih
tenang dalam masyarakat industri yang sedang dibangun.[2] pada pertama kali pada hari Minggu Raikes
membacakan kepada anak-anak kitab injil yang diambil dari pada Lukas 17:20 “
kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda Lahiriah Kerajaan Allah ada di antara
kamu” dimana Raikes bertanyan kepada kepada anak-anak, apa artinya unkapan yang
berbunyi ‘kerajaan Allah ada di antara
kamu’. Dimana ada seorang anak berkata “Roh Allah ada di dalam kita”. Dan ia
sangat gembira atas hasil dialog dengan anak-anak itu. Melalui kehadirannya
secara langsun itu maka Raikes mulai mencetak bahan yang mengawas dan guru
perlukan dalam pendidikan anak-anak.
Beberapa
tahun kemudia Sekola Minggu semakin berkembang dan semaki luas diamana sekolah
Minggu disambut dengan baik oleh warga kristen Injilin dalam Gereja Inggris dan mereka melihat Sekolah Minggu sebagai
saranan untuk menyelamatkan anak dari
kekuatan Iblis. Dengan demikian Sekolah Minggu mulai didirikan di Inggris,
Skotlandia, Wales dan Islandia. Setelah dua puluh delapan tahun kemudian,
Raikes mengumumkan pendirian Sekolah Minggu
pertama, dimana 400.000 anak didik yang sedang belajar dalam Sekolah
Minggu yang berlangsung di Inggris saja.[3]
dengan demikian Sekolah Minggu semakin luas hingga sampai pada Amerika, Eropa
Barat, Jerman dan belanda.
Ada
tiga sifat dari gerakan sekolah minggu yang semula pada pokonya yaitu: Sekolah
minggu adalah gerakan Kaum Awam dimana pendeta sebagai pribadi yang terlibat
didalamnya, kedua yaitu organisasi cenderung
hidup diluar struktur Gereja, ketiga, orang-orang yang terlibat
didalamnya lebih menitikberatkan pelayanan mendidik anak.
Untuk
sekolah Minggu pertama, bahan pelajaran berasal dari Inggris meskinpun keadaan
di Amerika jauh berbeda, dimana di Inggris melayani anak-anak yang menjadi
korban dari Revolusi Industri, sedangkan pada Amerika kebanyakan anak yang
beral dari kebudayaan daerah pertanian. Orang yang terlibat dalam gerakan
Sekolah Minggu ini memiliki semangat yang besar. Mereka mengambil bagian dalam
pelayanan sekolah Minngu yang muntlak. Semangat anak didik dan peserta Sekolah
minggu di pertinggi oleh nyanyian Rohani yang dipakai. Pada abad ke-19 pemimpin
sekolah Minggu di Amerika Serikat, sama
seperti di Inggris dimana cenderung diambil dari kaum awam karena gerakannya
sendiri bertumbuh diluar struktur Formal gereja.
Walaupun
gagasan Sekolah Minggu tidak pernah memainkan perana yang sama diluar dunia,
namun gagasan itu ditanamkan juga di Jerman dan belanda karena danpak dari pietisme
di Benua Eropa pada waktu itu. Gerakan ini juga lebih mengutamakan kehidupan
Rohani pribadi dari pada Gereja sebagai lembaga formal. Dimana juga kaum pietis
ingin sekali mendidik anak-anak secara Rohani sebelum mereka menginjak umur
tatkala di sidik.
Penyebar
luasan Sekolah Minggu ke Dunia ketiga dilaksanakan oleh tenaga misioner yang cenderung menanamkannya kembali pada
tanah yang jauh berbeda, tanpan mempertanyakan apakah isinya cocok atau tidak.
Bahan pelajaran yang berguna di Inggris, Amerika dan Belanda, diterjemahkan kedalam bahasa daerah
tanpa menyusun kembali supaya
menerminkan keadaan yang berbeda.
B. Pelayanan
Sekolah Minggu
1. Pengertia
pelayanan Sekolah Minggu
Pelayanan
Sekolah Minggu merupakan suatu yang menolong anak-anak untuk menyediakan segala
sesuatu yang diperlukan oleh anak-anak, yang berarti yang menyediakan segala
sesuatu bagi anak-anak.[4] Dalam
pengertian ini dapat diketahui bahwa dalam pelayanan Sekolah Minggu harus
menyediakan segala bahan yang diperlukan dalam Melayani anak-anak seperti bahan
pengajaran, alat peraga dan aktivitas dalam Sekolah Minggu.
Pelayanan
Sekolah Minggu adalah suatu keterpanggilan untuk melayani seperti hamba dengan
sungguh-sungguh yang dilakukan oleh pelayan-pelayan Gereja kepada anak-anak
dalam hal pendidikan dan pola hidup kristiani kepada anak-anak yang dilakukan
pada hari minggu.
Pelayanan
Sekolah Minggu itu sangat diperlukan oleh gereja, karena anak-anak penting
mengenal Tuhannya dari dimulai dari masa kecilnya. Bukan hanya agar mereka
punya iman yang fundamental, namun saat dewasa mereka juga bisa memberitakan Firman
dan kasih Tuhan ke seluruh dunia. Anak Sekolah
Minggu juga merupakan generasi penerus Gereja pada masa yang akan
datang. Jadi, dalam melayani Sekolah Minggu, guru Sekolah Minggu harus juga
mempersiapkan diri untuk Melayani Sekolah Minggu dan mampu untuk memberikan
pengajaran yang baik kepada Anak-anak, supaya anak Sekolah Minggu tidak jatuh kedalam kesesatan.
2. Jenis-jenis
pelayanan Sekolah Minggu
Adapun
beberapa jenis yang dapat diketahui tentang pelayanan Sekolah Minggu
diantaranya yaitu:
-
Mengajari anak-anak untuk mengenal
Kristus
-
Memberikan pembelajaran yang baik kepada
mereka
-
Mengajari mereka mengenal akan Allah
melalui Firman Tuhan
-
Mengajari anak-anak bagaimana cara
Berdoa yang baik kepada Tuhan
-
Melayani memberikan hal yang benar
kepada anak
-
Melayani memperlengkapi anak-anak untuk
berbuat baik
-
Menuntut Anak-anak untuk mengenal
keselamatan melalui Iman
-
Mengajarkan Alkitab kepada anak-anak tak
terhingga faedahnya dan melatih angkatan yang akan datang.
3. Dasar-dasar
pelayanan sekolah minggu yaitu
-
Pada masa perjanjian lama, pembinaan
seorang anak dilakukan sepenuhnya dalam keluarga
-
Pada zaman pembuangan ke Babilonia,
orang tua wajib mengirimkan anak-anaknya yang berusia di bawah lima tahun ke
sinagoga untuk dididik oleh guru-guru sukarelawan yang mahir dalam kitab
Taurat. Anak-anak dikelompokkan dengan jumlah maksimum 25 orang dan dibimbing
untuk aktif berpikir dan bertanya, sedangkan guru menjadi fasilitator yang
selalu siap sedia menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.[5]
-
Pada pernjanjian baru, mendidik anak
secara ketat terus berlangsung pada masa Rasul-rasul, dan Gereja mula-mula, tempat
untuk mendidik anak perlahan-lahan tidak lagi dipusatkan di sinagoge tetapi di
gereja, tempat jemaat Tuhan berkumpul.
C. Pentingnya
Pelayanan Sekolah Minggu dalam Gereja
Gereja
merupakan sebuah organisasi yang terdapat dalam masyarakat. Tetapi gereja yang
benar adalah milik kristus yaitu umat Kristiani. Dimana Gereja sering disebut
sebagai umat yang telah ditebus atau persekutuan Roh Kudus.[6] Melalui sekolah Minggu gereja membimbing
angkatan mudah. Diamana dalam Mazmur 34:12 “marilah anak-anak dengarkanlah Aku,
takut akan TUHAN kuajarkan kepadamu”. Dan juga dalam Matius 18:5 yang berbunyi
“ barang siapa menyambut seorang anak dalam Namaku ia Menyambut Aku”. Jadi Gereja tidak boleh memandang
rendah anak-anak kecil, melainkan harus mencurahkan banyak perhatian kepada
mereka.[7] Sekolah
Minggu adalah organisasi Gereja yang berfungsi untuk menjangkau orang dalam
nama Kristus, mendaftarkan mereka dalam Kelas Alkitab, bersaksi kepada mereka
tentang Injil Tuhan Yesus Kristus, dan memimpin mereka kepada hubungan yang
benar dengan Gereja.[8]
Pelayana Sekolah Minggu dalam Gereja berusaha untuk memenuhi kewajiban bagi
Gereja dalam cara mengajarkan firman Tuhan dalam kelompok belajar mengajar, dan
kujungan dari Rumah ke Rumah sehingga membawa Firman Tuhan ditempat mereka
berada.
Sekolah
Minggu di organisasikan dengan rapi termasuk bagian-bagian dan kelas yang disusun
untuk menjangkau keluar, dimana dalam bagian atau kelas tersebut harus
cukup kecil untuk dapat memberikan
perhatian perorangan dan untuk mendorong
anggota agar menjangkau keluar untuk mandapat orang-orang baru. Pelayanan
Sekolah Minggu tidak hanya mencari Orang untuk di jangkau tetapi juga
membimbing Mereka Ikut kebaktian, sehingga mereka dapat mendengar Injil dan
dapat memberikan tanggapan kepada Kristus.
Sekolah
Minggu hendaknya menjadi saluran yang melauinya kunjungan Gereja digerakkan.
Guru-guru yang melayani pada Sekolah minggu harus menyerahkan diri bagi
penginjilan keluar, mereka harus menjangkau orang Bagi Kristus dan bagi ke
anggotaan Gereja. Sekolah Minggu dalam
Gereja harus memiliki inisiatif untuk mengajarkan anak-anak dan juga
menemukan jiwa yang baru untuk mangenal akan Kristus dan Juga Pelayanan dalam
Sekolah Minggu harus mempunyai Sifat yang menginjil, dimana Guru Sekolah Minggu
harus mampuh dalam menginjili Anak-anak yang belum mengenal Akan kristus dan
mengajarkan mereka untuk Dapat mengenal Allah dalam pribadi mereka
masing-masing.
Pelayanan
Sekolah Minggu dalam Gereja sangat penting bagi kaum mudah atau anak-anak dimana
Sekolah Minggu mampu untuk mengajarkan
dan membentuk Kaum mudah dalam mengenal akan Kristus dan memberikan penjelasan
Kepada mereka apa tujuan mereka hidup di dalam dunia, juga menjelaskan kepada
mereka Tentang keselamatan dimana Kristus telah mati atas Dosa-dosa dan
kesalahan yang mereka lakukan. pelayanan Sekolah Minggu yang maksimal dalam
gereja merupakan jawaban atas panggilan Tuhan untuk memenuhi Amanat Agung.
Selain itu, dengan mengajar Anak Sekolah Minggu, maka gereja sedang
mempersiapkan generasi-generasi penerus dalam mengembankan misi Amanat Agung
itu sendiri.
D. Tanggung
Jawab Gereja Dalam Pelayanan Sekolah Minggu
Gereja
merupakan tempat persekutuan Roh kudus dan orang-orang percaya. Gereja adalah
Tubuh Kristus dimana Gereja sebagai tempat dimana orang-orang percaya bersekutu
kepada Tuhan. Sebagai Gereja mempunyai tanggung jawab terhadap Jemaatnya, Dimana
Gereja bertugas untuk mengabarkan Injil, keselamatan, dan pengkabaran Firman
Allah ke seluruh dunia. Gereja bukan hanya sekedar untuk tempat beribadah
tetapi gereja juga punya tanggung jawab dalam pelayanan dimana dalam tugas
Gereja adalah mengajarkan tentang Firman Allah, Memberitakan kabar baik yaitu
Injil keselamatan dalam karya penebusan oleh darah Yesus Kristus, dan
mengajarkan Jemaat untuk dapat mengenal Allah yang mereka Sembah itu.
Gereja
merupakan utusan, dimana Tuhan Yesus meminta Gereja tetap ada di dalam dunia,
karenannya Gereja harus mendunia.[9] Jadi
Gereja merupakan utusan Tuhan dalam mengabarkan tentang Firman Allah.
Sebagaimana dalam Gereja memiliki Tanggung jawab terhadap anak-anak untuk
memberikan Pelajaran kepada mereka dalam mengenal akan Allah dalam kehidupan
Pribadi mereka. Jadi dalam pelayanan sekolah minggu Gereja juga harus mendukung
tentang Hal tersebut Untuk mencapai dan mendorong Sekolah minggu Untuk mencapai
Tugas dalam pelayanannya.
Tugas
Gereja itu harus melampaui batas-batas nasional, Gereja harus menembusi
batas-batas Ras, kelas dan bangsa.[10]
Dalam Gereja Injil harus disebarkan dan dikabarkan keseluruh dunia, injil tidak
boleh disimpan saja dalam gereja atau pribadi-pribadi Kristen. Oleh karena itu
sebagai Hamba-hamba Tuhan yang melayani
dalam Gereja bukan hanya saja melayani orang-orang dewasa tetapi juga melayani
Anak Sekolah Minggu untuk menjelaskan tentang Allah. Gereja bukan hanya tempat
duduk dan mendengarkan Firman Tuhan tetapi Gereja harus menjalankan tugas dan
tanggung jawabnya kepada jemaatnya dalam memberitakan tentang kebenaran Itu
keseluruh Manusia. Dimana Gereja juga mampu Untuk memberikan suatu sikap yang
baik kepada semua orang. Gereja bukanlah sebuah sekte keagamaan tertentu tetapi
sebuah gaya hidup kristiani cara saling mengasihi, etika hidup mereka dan
kesetiaan mereka kepada Kristus.
Gereja
mempunyai fungsi dimana Ia mempunyai Tugas dan Misi yang diembanya untuk
mengabarkan Injil keseluruh Dunia dan mengajar dunia tentang ajaran-ajaran
Tuhan gereja (Mat. 28:20). Gereja juga bertugas untuk mengkomunikasikan dan
membagikan warisan kebenaran-kebenaran Kristen kepada Umatnya dan Seluruh Umat
manusia dalam dunia.
Gereja
juga berperan aktif dalam melaksanakan tugasnya dimana Gereja memberikan
teladan bagi semua orang bagaimana cara yang benar dihadapan Tuhan. Gereja
merupaka Tempat dimana Jemaat Tuhan bersekutu dan belajar akan Firman Tuhan,
dan bagaimana mereka dapat saling mengasihi satu dengan yang lainnya. Sebagai
Sekolah Minggu dalam gereja merupakan dimana tempat untuk anak-anak belajar
mengenal akan Allah sebelum merekan di
Sidikan. Gereja harus betanggung jawab terhadap seluruh organisasi yang
terdapat di dalamnya. Dimana Gereja mempunyai kewajiban untuk melaksanakan
tugasnya dalam memberitakan tentang jalan yang benar itu dan memberikan
pemahaman kepada warga jematnya bagaimana mereka saling bersatu, mengasihi,
bahkan bagaimana mereka belajar akan mengenal tentang Keselamatan yang dari
pada Allah.
Gereja
bukan hanya tempat untuk orang dewasa tetapi juga gereja memiliki tanggu jawab
terhadap anak-anak dimana Gereja memberikan tempat bagi anak-anak untuk dapat
mengenal akan Allah. Gereja harus bergerak dalam memberikan solusi yang baik
kepada anak-anak supaya anak-anak mengerti dan memahami tentang Allah itu.
Gereja
juga merupakan bangsa yang kudus, umat milik Allah dan orang-orang suci, maka
gereja harus berjuang untuk hidup dalam kekudusan, harus hidup dan tidak
bercelah, dalam Gereja hanya Roh Kristus yang menapakkan terlaksana misi dan
pelayan.[11]
Oleh karena itu gereja mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh Jemaatnya
bukan hanya sekedar saja untuk tempat untuk beribadah tetapi juga merupakan
tempat dimana Jemaat akan belajar mengenalan akan Allah dan Hidup bersama
dengan umat Allah dalam persekutuan Roh kudus.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat dilihat
bahwa pelayanan Sekolah Minggu merupakan suatu kebutuhan yang tak bisa
dilepaskan dari tanggung jawab gereja. Sekalipun dalam sejarahnya Sekolah Mingu
terkesan berdiri sendiri dalam hal organisasi, namun kerja sama dengan gereja
merupakan suatu langkah maju dalam mengefektifkan pelayanan yang ada.
Beberapa gereja modern saat ini menempatkan
pelayanan Sekolah Minggu dalam posisi yang cukup strategis karena Sekolah
Minggu bukan hanya sekedar mengajar anak-anak di hari Minggu melainkan suatu
proses mempersiapkan kader-kader gereja dan yang mengerti kebenaran dasar iman
Kristen.
Pelayanan Sekolah Minggu harus ditempatkan pada
posisi yang berhubungan langsung dengan jemaat sehingga jemaat khususnya
anak-anak bisa merasakan secara langsung kasih Tuhan. Jemaat juga harus
mengubah anggapan bahwa pelayanan Sekolah Minggu hanya merupakan pelayanan
penitipan anak.
Gereja harus benar-benar mempersiapkan tenaga-tenaga
pelayan Sekolah Minggu yang berkualitas sehingga tidak terkesan asal-asalan
saja, yang penting anak-anak tidak mengganggu kebaktian orang dewasa. Gereja
juga harus senantiasa mengingatkan kepada jemaat bahwa pelayanan Sekolah Minggu
bukan merupakan pelayanan tambahan melainkan pelayanan yang sangat penting terutama dalam meneruskan generasi dalam
pelayanan.
B. Saran
Didalam penulisan makalah ini penulis
banyak kelemahan dan kekurangan, dan semoga dalam makalah yang sederhana ini
maka penulis memberikan saran kepada
kita semua bahwa dalam penulisan dalam makalah ini tidak begitu sempurnah. Maka dari pada itu
untuk penulisan makalah ini penulis hanya bisa memberikan penjelasan-penjelasan
yang begitu tidak terlalu sempurna, dimana juga penulis baru belajar dalam
membuat makalah. Dan oleh karena itu penulis juga sangat berterimakasih kepada
Ibu Dosen yang telah memberikan kesempatan atas pembuatan makalah ini dan
semoga kedepannya juga penulis bisa lebih lagi memahami dalam pembuatan
makalah.
DAFTAR
PUSTAKA
Alexander,
Daniel Intrink Dalam Gereja. Yogyakarta:
ANDI, 2005.
http://www.superbook.com,
Diakses 07 Juli 2020.
Id.wikipedia/wiki/Sekolah_Minggu,
diakses 13 Juli 2020
Naipospos,
P. S. Penuntun Sekolah Minggu. Jakarta:
Cempakan Putih, 1988.
Robert
R. Boehlke, Sejarah Perkembangan Pikiran
dan Praktek Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.
Piland,
Harry M. Perkembangan Gereja dan Penginjilan
Melalui Sekolah Minggu. Bandung: Lembaga Literatur Babtis, 1984.
Tanya,
Eli. Gereja dan Pendidikan Agama Kristen.
Cianjur: STT Cipanas, Desember 1999.
[1]Harry M. Piland, Perkembangan Gereja dan Penginjilan Melalui
Sekolah Minggu, (Bandung, Lembaga Literatur Babtis, 1984), 7.
[2]Robert R. Boehlke, Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek
Pendidikan Agama Kristen, (Jakarata: BPK Gunung Mulia, 1997), 399.
[3]Robert R. Boehlke, sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek
Pendidikan Agama Kristen, (Jakarata: BPK Gunung Mulia, 1997), 423.
[4]http://www.superbook.com, Diakses
07 Juli 2020.
[5]Id.wikipedia/wiki/Sekolah_Minggu,
diakses 13 Juli 2020
[6]Eli Tanya, Gereja dan Pendidikan Agama Kristen, (Cianjur: STT Cipanas,
Desember 1999), 1.
[7]P. S Naipospos, Penuntun Sekolah Minggu, (Jakarta: Cempakan
Putih, 1988), 8.
[8]Harry M. Piland, Perkembangan Gereja dan Penginjilan Melalui
Sekolah Minggu, (Bandung: Lembaga Literatur Babtis, 1984), 15.
[9]Pdt. Daniel Alexander, Intrink Dalam Gereja,(Yogyakarta: (PBMR)
ANDI, 2005), 15.
[10]Eli Tanya, Gereja dan Pendidikan Agama Kristen,(Cianjur: STT Cipanas, 1999),
10.
[11]Eli Tanya, Gereja Dan Pendidikan Agama Kristen, (Cianjur: STT Cipanas, 1999),
3.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar