Senin, 10 Agustus 2020

PENTINGNYA PELAYANAN SEKOLAH MINGGU DALAM GEREJA

 

DAFTAR ISI

 

COVER MAKALAH.................................................................................................................. I

DAFTAR ISI................................................................................................................................ II

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................... 1

A.    Latar belakang................................................................................................................... 1

B.     Rumusan Masalah............................................................................................................. 1

C.     Tujuan penulisan............................................................................................................... 2

BAB II PELAYANAN SEKOLAH MINGGU DALAM GEREJA......................................... 3

A.    Sejarah Sekolah Minggu................................................................................................... 3

B.     Pelayanan Sekolah Minggu............................................................................................... 5

C.     Pentingnya Pelayanan Sekolah Minggu dalam Gereja...................................................... 6

D.    Tanggung Jawab gereja dalam pelayanan Sekolah Minggu ............................................. 7

BAB III PENUTUP..................................................................................................................... 10

A.    Kesimpulan....................................................................................................................... 10

B.     Saran................................................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dunia anak merupakan dunia yang cukup rumit dipahami oleh orang dewasa, sekalipun semua orang dewasa pernah tinggal di dalamnya. Salah satu penyebab kerumitan tersebut adalah perubahan  total antara anak-anak dan orang dewasa. Dimana perubahan ini semakin hari dan juga semakin banyak pula perubahan pada perilaku manusia. Pemandangan ini bukan hanya terjadi di dunia anak secara umum tapi juga sampai di dunia anak dalam gereja atau di kenal dengan Anak Sekolah Minggu.

 

Gereja sebagai tubuh Kristus yang merupakan kumpulan orang-orang percaya yang dipanggil keluar dari gelap kedalam terang, bukan hanya terdiri dari jemaat yang berusia dewasa tetapi termasuk di dalamnya anak-anak. Itulah sebabnya gereja merasa perlu untuk memberikan perhatian khusus dalam dunia anak yang cukup rumit.

 

Sekolah minggu sangat penting dalam menjangkau orang yang sesat bagi Kristus dan dan dalam pengembangkan mereka agar menjadi seperti dia.[1] Sekolah minggu berperan aktif dalam mengajarkan anak-anak supaya mereka taat kepada Tuhan, dan mengajari mereka bagaimana mereka melayani Tuhan.

 

B.     Rumusan Masalah

 

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mengajukan rumusan masalah sebagai berikut:

1.      Apakah sekolah minggu itu?

2.      Apa Pentinnya pelayanan sekolah minggu dalam gereja?

3.      Apa tanggung jawab Gereja dalam pelayanan sekolah minggu?

 

 

 

 

 

C.     Tujuan penulisan

 

Adapun tujuan penulis dari makalah ini diantaranya yaitu:

1.      Menjelaskan tentang pelayanan Sekolah Minggu.

2.      Menjelaskan pentingnya pelayanan Sekolah Minggu.

3.      Menjelaskan Tanggu jawab Gereja dalam pelayanan Sekolah Minggu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PELAYANAN SEKOLAH MINGGU DALAM GEREJA

 

A.    Sejarah Sekolah Minggu

Berdirinya sekolah minggu dimulai sejak tahun 1980 dimana Raikes melakukan pencobaan dengan sekolah sederhana bagi anak-anak miskin. Raikes meminta pertolongan kepada seorang ibu yang mendidik beberapa anak dirumahnya pada hari-hari biasa. Dimana juga Raikes membayar gaji ibu itu bila Dia rela untuk mendidik anak yang akan diantar kepadanya pada hari Minggu. Oleh karena seiring berjalannya waktu dimana ibu yang mengajari anak-anak pada sekolah tersebut tidak mampu mengajarkan anak-anak yang tidak mau belajar ibu itu pun tidak rela lagi menerima anak didik dari Raikes.

Seiring berjalannya waktu Raikes menemukan guru kedua yaitu Ibu Critchley dimana Ia lebih pintar, dan jabatan guru itu dijabat secara turut temurun hingga sampai pada tahun 1863. Raikes dan ibu Critchley mufakat bahwa seorang anak harus belajar mengendalikan diri sebelum ia dapat memperoleh keuntungan dari mata pelajaran akademis. Anak-ank yang diaajarkan sudah tiba dirumah jam 10 pagi dimana meraka diajarkan untuk mebaca sampai jam 12 siang, dan kemudian pada pukul 13.00 mereka diantar ke gedung gereja untuk beribadah. Setelah  selesai kebaktian mereka kembali lagi kerumah ibu Critchley dimana mereka menghafalkan katekismus sampai pada jam 17.00 sore. Karena begitu berjalannya waktu dan hasilnya semakin meningkat, maka Raikes pun membuka sekolah minggu di tempat lain termasuk dijemaatnya sendiri, yakni Saint Mary de Crypt. Dan pendirian sekolah minggu pertama itu terjadi dalam jemaatnya sendiri sebagai usaha kerjasama Antara temannya Thomas Stock. Dimana Thomas Stock sebagai pendeta dalam jemaat Saint John the babtist dan juga sebagai kepala sekolah Katedral di Gloucester.

Sekolah minggu mula-mula didirikan untuk menolong angkatan mudah agar hidup lebih tenang dalam masyarakat industri yang sedang dibangun.[2]  pada pertama kali pada hari Minggu Raikes membacakan kepada anak-anak kitab injil yang diambil dari pada Lukas 17:20 “ kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda Lahiriah Kerajaan Allah ada di antara kamu” dimana Raikes bertanyan kepada kepada anak-anak, apa artinya unkapan yang berbunyi  ‘kerajaan Allah ada di antara kamu’. Dimana ada seorang anak berkata “Roh Allah ada di dalam kita”. Dan ia sangat gembira atas hasil dialog dengan anak-anak itu. Melalui kehadirannya secara langsun itu maka Raikes mulai mencetak bahan yang mengawas dan guru perlukan dalam pendidikan anak-anak.

Beberapa tahun kemudia Sekola Minggu semakin berkembang dan semaki luas diamana sekolah Minggu disambut dengan baik oleh warga kristen Injilin dalam Gereja  Inggris dan mereka melihat Sekolah Minggu sebagai saranan untuk menyelamatkan anak  dari kekuatan Iblis. Dengan demikian Sekolah Minggu mulai didirikan di Inggris, Skotlandia, Wales dan Islandia. Setelah dua puluh delapan tahun kemudian, Raikes mengumumkan pendirian Sekolah Minggu  pertama, dimana 400.000 anak didik yang sedang belajar dalam Sekolah Minggu yang berlangsung di Inggris saja.[3] dengan demikian Sekolah Minggu semakin luas hingga sampai pada Amerika, Eropa Barat, Jerman dan belanda.

Ada tiga sifat dari gerakan sekolah minggu yang semula pada pokonya yaitu: Sekolah minggu adalah gerakan Kaum Awam dimana pendeta sebagai pribadi yang terlibat didalamnya, kedua yaitu organisasi cenderung  hidup diluar struktur Gereja, ketiga, orang-orang yang terlibat didalamnya lebih menitikberatkan pelayanan mendidik anak. 

Untuk sekolah Minggu pertama, bahan pelajaran berasal dari Inggris meskinpun keadaan di Amerika jauh berbeda, dimana di Inggris melayani anak-anak yang menjadi korban dari Revolusi Industri, sedangkan pada Amerika kebanyakan anak yang beral dari kebudayaan daerah pertanian. Orang yang terlibat dalam gerakan Sekolah Minggu ini memiliki semangat yang besar. Mereka mengambil bagian dalam pelayanan sekolah Minngu yang muntlak. Semangat anak didik dan peserta Sekolah minggu di pertinggi oleh nyanyian Rohani yang dipakai. Pada abad ke-19 pemimpin sekolah Minggu  di Amerika Serikat, sama seperti di Inggris dimana cenderung diambil dari kaum awam karena gerakannya sendiri bertumbuh diluar struktur Formal gereja.

Walaupun gagasan Sekolah Minggu tidak pernah memainkan perana yang sama diluar dunia, namun gagasan itu ditanamkan juga di Jerman dan belanda karena danpak dari pietisme di Benua Eropa pada waktu itu. Gerakan ini juga lebih mengutamakan kehidupan Rohani pribadi dari pada Gereja sebagai lembaga formal. Dimana juga kaum pietis ingin sekali mendidik anak-anak secara Rohani sebelum mereka menginjak umur tatkala di sidik.

Penyebar luasan Sekolah Minggu ke Dunia ketiga dilaksanakan oleh tenaga misioner  yang cenderung menanamkannya kembali pada tanah yang jauh berbeda, tanpan mempertanyakan apakah isinya cocok atau tidak. Bahan pelajaran yang berguna di Inggris, Amerika dan  Belanda, diterjemahkan kedalam bahasa daerah tanpa menyusun kembali  supaya menerminkan keadaan yang berbeda.

 

B.     Pelayanan Sekolah Minggu

 

1.      Pengertia pelayanan Sekolah Minggu

Pelayanan Sekolah Minggu merupakan suatu yang menolong anak-anak untuk menyediakan segala sesuatu yang diperlukan oleh anak-anak, yang berarti yang menyediakan segala sesuatu bagi anak-anak.[4] Dalam pengertian ini dapat diketahui bahwa dalam pelayanan Sekolah Minggu harus menyediakan segala bahan yang diperlukan dalam Melayani anak-anak seperti bahan pengajaran, alat peraga dan aktivitas dalam Sekolah Minggu.

Pelayanan Sekolah Minggu adalah suatu keterpanggilan untuk melayani seperti hamba dengan sungguh-sungguh yang dilakukan oleh pelayan-pelayan Gereja kepada anak-anak dalam hal pendidikan dan pola hidup kristiani kepada anak-anak yang dilakukan pada hari minggu.

Pelayanan Sekolah Minggu itu sangat diperlukan oleh gereja, karena anak-anak penting mengenal Tuhannya dari dimulai dari masa kecilnya. Bukan hanya agar mereka punya iman yang fundamental, namun saat dewasa mereka juga bisa memberitakan Firman dan kasih Tuhan ke seluruh dunia. Anak Sekolah  Minggu juga merupakan generasi penerus Gereja pada masa yang akan datang. Jadi, dalam melayani Sekolah Minggu, guru Sekolah Minggu harus juga mempersiapkan diri untuk Melayani Sekolah Minggu dan mampu untuk memberikan pengajaran yang baik kepada Anak-anak, supaya anak Sekolah Minggu  tidak jatuh kedalam kesesatan.

 

2.      Jenis-jenis pelayanan Sekolah Minggu

Adapun beberapa jenis yang dapat diketahui tentang pelayanan Sekolah Minggu diantaranya yaitu:

-          Mengajari anak-anak untuk mengenal Kristus

-          Memberikan pembelajaran yang baik kepada mereka

-          Mengajari mereka mengenal akan Allah melalui Firman Tuhan

-          Mengajari anak-anak bagaimana cara Berdoa yang baik kepada Tuhan

-          Melayani memberikan hal yang benar kepada anak

-          Melayani memperlengkapi anak-anak untuk berbuat baik

-          Menuntut Anak-anak untuk mengenal keselamatan melalui Iman

-          Mengajarkan Alkitab kepada anak-anak tak terhingga faedahnya dan melatih angkatan yang akan datang.

3.      Dasar-dasar pelayanan sekolah minggu yaitu

-          Pada masa perjanjian lama, pembinaan seorang anak dilakukan sepenuhnya dalam keluarga

-          Pada zaman pembuangan ke Babilonia, orang tua wajib mengirimkan anak-anaknya yang berusia di bawah lima tahun ke sinagoga untuk dididik oleh guru-guru sukarelawan yang mahir dalam kitab Taurat. Anak-anak dikelompokkan dengan jumlah maksimum 25 orang dan dibimbing untuk aktif berpikir dan bertanya, sedangkan guru menjadi fasilitator yang selalu siap sedia menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.[5]

-          Pada pernjanjian baru, mendidik anak secara ketat terus berlangsung pada masa Rasul-rasul, dan Gereja mula-mula, tempat untuk mendidik anak perlahan-lahan tidak lagi dipusatkan di sinagoge tetapi di gereja, tempat jemaat Tuhan berkumpul.

 

C.     Pentingnya Pelayanan  Sekolah Minggu dalam Gereja

Gereja merupakan sebuah organisasi yang terdapat dalam masyarakat. Tetapi gereja yang benar adalah milik kristus yaitu umat Kristiani. Dimana Gereja sering disebut sebagai  umat yang telah ditebus  atau persekutuan Roh Kudus.[6]  Melalui sekolah Minggu gereja membimbing angkatan mudah. Diamana dalam Mazmur 34:12 “marilah anak-anak dengarkanlah Aku, takut akan TUHAN kuajarkan kepadamu”. Dan juga dalam Matius 18:5 yang berbunyi “ barang siapa menyambut seorang anak dalam Namaku ia Menyambut  Aku”. Jadi Gereja tidak boleh memandang rendah anak-anak kecil, melainkan harus mencurahkan banyak perhatian kepada mereka.[7] Sekolah Minggu adalah organisasi Gereja yang berfungsi untuk menjangkau orang dalam nama Kristus, mendaftarkan mereka dalam Kelas Alkitab, bersaksi kepada mereka tentang Injil Tuhan Yesus Kristus, dan memimpin mereka kepada hubungan yang benar dengan Gereja.[8] Pelayana Sekolah Minggu dalam Gereja berusaha untuk memenuhi kewajiban bagi Gereja dalam cara mengajarkan firman Tuhan dalam kelompok belajar mengajar, dan kujungan dari Rumah ke Rumah sehingga membawa Firman Tuhan ditempat mereka berada.

Sekolah Minggu di organisasikan dengan rapi termasuk bagian-bagian dan kelas yang disusun untuk menjangkau keluar, dimana dalam bagian atau kelas tersebut harus cukup  kecil untuk dapat memberikan perhatian perorangan  dan untuk mendorong anggota agar menjangkau keluar untuk mandapat orang-orang baru. Pelayanan Sekolah Minggu tidak hanya mencari Orang untuk di jangkau tetapi juga membimbing Mereka Ikut kebaktian, sehingga mereka dapat mendengar Injil dan dapat memberikan tanggapan kepada Kristus.

Sekolah Minggu hendaknya menjadi saluran yang melauinya kunjungan Gereja digerakkan. Guru-guru yang melayani pada Sekolah minggu harus menyerahkan diri bagi penginjilan keluar, mereka harus menjangkau orang Bagi Kristus dan bagi ke anggotaan Gereja. Sekolah Minggu dalam  Gereja harus memiliki inisiatif untuk mengajarkan anak-anak dan juga menemukan jiwa yang baru untuk mangenal akan Kristus dan Juga Pelayanan dalam Sekolah Minggu harus mempunyai Sifat yang menginjil, dimana Guru Sekolah Minggu harus mampuh dalam menginjili Anak-anak yang belum mengenal Akan kristus dan mengajarkan mereka untuk Dapat mengenal Allah dalam pribadi mereka masing-masing.

Pelayanan Sekolah Minggu dalam Gereja sangat penting bagi kaum mudah atau anak-anak dimana Sekolah Minggu  mampu untuk mengajarkan dan membentuk Kaum mudah dalam mengenal akan Kristus dan memberikan penjelasan Kepada mereka apa tujuan mereka hidup di dalam dunia, juga menjelaskan kepada mereka Tentang keselamatan dimana Kristus telah mati atas Dosa-dosa dan kesalahan yang mereka lakukan. pelayanan Sekolah Minggu yang maksimal dalam gereja merupakan jawaban atas panggilan Tuhan untuk memenuhi Amanat Agung. Selain itu, dengan mengajar Anak Sekolah Minggu, maka gereja sedang mempersiapkan generasi-generasi penerus dalam mengembankan misi Amanat Agung itu sendiri.

 

D.    Tanggung Jawab Gereja Dalam Pelayanan Sekolah Minggu

Gereja merupakan tempat persekutuan Roh kudus dan orang-orang percaya. Gereja adalah Tubuh Kristus dimana Gereja sebagai tempat dimana orang-orang percaya bersekutu kepada Tuhan. Sebagai Gereja mempunyai tanggung jawab terhadap Jemaatnya, Dimana Gereja bertugas untuk mengabarkan Injil, keselamatan, dan pengkabaran Firman Allah ke seluruh dunia. Gereja bukan hanya sekedar untuk tempat beribadah tetapi gereja juga punya tanggung jawab dalam pelayanan dimana dalam tugas Gereja adalah mengajarkan tentang Firman Allah, Memberitakan kabar baik yaitu Injil keselamatan dalam karya penebusan oleh darah Yesus Kristus, dan mengajarkan Jemaat untuk dapat mengenal Allah yang mereka Sembah itu.

Gereja merupakan utusan, dimana Tuhan Yesus meminta Gereja tetap ada di dalam dunia, karenannya Gereja harus mendunia.[9] Jadi Gereja merupakan utusan Tuhan dalam mengabarkan tentang Firman Allah. Sebagaimana dalam Gereja memiliki Tanggung jawab terhadap anak-anak untuk memberikan Pelajaran kepada mereka dalam mengenal akan Allah dalam kehidupan Pribadi mereka. Jadi dalam pelayanan sekolah minggu Gereja juga harus mendukung tentang Hal tersebut Untuk mencapai dan mendorong Sekolah minggu Untuk mencapai Tugas dalam pelayanannya.

Tugas Gereja itu harus melampaui batas-batas nasional, Gereja harus menembusi batas-batas Ras, kelas dan bangsa.[10] Dalam Gereja Injil harus disebarkan dan dikabarkan keseluruh dunia, injil tidak boleh disimpan saja dalam gereja atau pribadi-pribadi Kristen. Oleh karena itu sebagai Hamba-hamba Tuhan  yang melayani dalam Gereja bukan hanya saja melayani orang-orang dewasa tetapi juga melayani Anak Sekolah Minggu untuk menjelaskan tentang Allah. Gereja bukan hanya tempat duduk dan mendengarkan Firman Tuhan tetapi Gereja harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya kepada jemaatnya dalam memberitakan tentang kebenaran Itu keseluruh Manusia. Dimana Gereja juga mampu Untuk memberikan suatu sikap yang baik kepada semua orang. Gereja bukanlah sebuah sekte keagamaan tertentu tetapi sebuah gaya hidup kristiani cara saling mengasihi, etika hidup mereka dan kesetiaan mereka kepada Kristus.

Gereja mempunyai fungsi dimana Ia mempunyai Tugas dan Misi yang diembanya untuk mengabarkan Injil keseluruh Dunia dan mengajar dunia tentang ajaran-ajaran Tuhan gereja (Mat. 28:20). Gereja juga bertugas untuk mengkomunikasikan dan membagikan warisan kebenaran-kebenaran Kristen kepada Umatnya dan Seluruh Umat manusia dalam dunia.

Gereja juga berperan aktif dalam melaksanakan tugasnya dimana Gereja memberikan teladan bagi semua orang bagaimana cara yang benar dihadapan Tuhan. Gereja merupaka Tempat dimana Jemaat Tuhan bersekutu dan belajar akan Firman Tuhan, dan bagaimana mereka dapat saling mengasihi satu dengan yang lainnya. Sebagai Sekolah Minggu dalam gereja merupakan dimana tempat untuk anak-anak belajar mengenal akan Allah  sebelum merekan di Sidikan. Gereja harus betanggung jawab terhadap seluruh organisasi yang terdapat di dalamnya. Dimana Gereja mempunyai kewajiban untuk melaksanakan tugasnya dalam memberitakan tentang jalan yang benar itu dan memberikan pemahaman kepada warga jematnya bagaimana mereka saling bersatu, mengasihi, bahkan bagaimana mereka belajar akan mengenal tentang Keselamatan yang dari pada Allah.

Gereja bukan hanya tempat untuk orang dewasa tetapi juga gereja memiliki tanggu jawab terhadap anak-anak dimana Gereja memberikan tempat bagi anak-anak untuk dapat mengenal akan Allah. Gereja harus bergerak dalam memberikan solusi yang baik kepada anak-anak supaya anak-anak mengerti dan memahami tentang Allah itu.

Gereja juga merupakan bangsa yang kudus, umat milik Allah dan orang-orang suci, maka gereja harus berjuang untuk hidup dalam kekudusan, harus hidup dan tidak bercelah, dalam Gereja hanya Roh Kristus yang menapakkan terlaksana misi dan pelayan.[11] Oleh karena itu gereja mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh Jemaatnya bukan hanya sekedar saja untuk tempat untuk beribadah tetapi juga merupakan tempat dimana Jemaat akan belajar mengenalan akan Allah dan Hidup bersama dengan umat Allah dalam persekutuan Roh kudus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat dilihat bahwa pelayanan Sekolah Minggu merupakan suatu kebutuhan yang tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab gereja. Sekalipun dalam sejarahnya Sekolah Mingu terkesan berdiri sendiri dalam hal organisasi, namun kerja sama dengan gereja merupakan suatu langkah maju dalam mengefektifkan pelayanan yang ada.

Beberapa gereja modern saat ini menempatkan pelayanan Sekolah Minggu dalam posisi yang cukup strategis karena Sekolah Minggu bukan hanya sekedar mengajar anak-anak di hari Minggu melainkan suatu proses mempersiapkan kader-kader gereja dan yang mengerti kebenaran dasar iman Kristen.

Pelayanan Sekolah Minggu harus ditempatkan pada posisi yang berhubungan langsung dengan jemaat sehingga jemaat khususnya anak-anak bisa merasakan secara langsung kasih Tuhan. Jemaat juga harus mengubah anggapan bahwa pelayanan Sekolah Minggu hanya merupakan pelayanan penitipan anak.

Gereja harus benar-benar mempersiapkan tenaga-tenaga pelayan Sekolah Minggu yang berkualitas sehingga tidak terkesan asal-asalan saja, yang penting anak-anak tidak mengganggu kebaktian orang dewasa. Gereja juga harus senantiasa mengingatkan kepada jemaat bahwa pelayanan Sekolah Minggu bukan merupakan pelayanan tambahan melainkan pelayanan yang sangat penting  terutama dalam meneruskan generasi dalam pelayanan.

 

B.     Saran

Didalam penulisan makalah ini penulis banyak kelemahan dan kekurangan, dan semoga dalam makalah yang sederhana ini maka penulis memberikan saran kepada  kita semua bahwa dalam penulisan dalam makalah ini  tidak begitu sempurnah. Maka dari pada itu untuk penulisan makalah ini penulis hanya bisa memberikan penjelasan-penjelasan yang begitu tidak terlalu sempurna, dimana juga penulis baru belajar dalam membuat makalah. Dan oleh karena itu penulis juga sangat berterimakasih kepada Ibu Dosen yang telah memberikan kesempatan atas pembuatan makalah ini dan semoga kedepannya juga penulis bisa lebih lagi memahami dalam pembuatan makalah.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Alexander, Daniel Intrink Dalam Gereja. Yogyakarta: ANDI, 2005.

http://www.superbook.com, Diakses 07 Juli 2020.

Id.wikipedia/wiki/Sekolah_Minggu, diakses 13 Juli 2020

Naipospos, P. S. Penuntun Sekolah Minggu. Jakarta: Cempakan Putih, 1988.

Robert R. Boehlke, Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.

Piland, Harry M. Perkembangan Gereja dan Penginjilan Melalui Sekolah Minggu. Bandung: Lembaga Literatur Babtis, 1984.

Tanya, Eli. Gereja dan Pendidikan Agama Kristen. Cianjur: STT Cipanas, Desember 1999.

 

 



[1]Harry M. Piland, Perkembangan Gereja dan Penginjilan Melalui Sekolah Minggu, (Bandung, Lembaga Literatur Babtis, 1984), 7.

[2]Robert R. Boehlke, Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen, (Jakarata: BPK Gunung Mulia, 1997), 399.

[3]Robert R. Boehlke, sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen, (Jakarata: BPK Gunung Mulia, 1997), 423.

[4]http://www.superbook.com, Diakses 07 Juli 2020.

[5]Id.wikipedia/wiki/Sekolah_Minggu, diakses 13 Juli 2020

[6]Eli Tanya, Gereja dan Pendidikan Agama Kristen, (Cianjur: STT Cipanas, Desember 1999), 1.

[7]P. S Naipospos, Penuntun Sekolah Minggu, (Jakarta: Cempakan Putih, 1988), 8.

[8]Harry M. Piland, Perkembangan Gereja dan Penginjilan Melalui Sekolah Minggu, (Bandung: Lembaga Literatur Babtis, 1984), 15.

[9]Pdt. Daniel Alexander, Intrink Dalam Gereja,(Yogyakarta: (PBMR) ANDI, 2005), 15.

[10]Eli Tanya, Gereja dan Pendidikan Agama Kristen,(Cianjur: STT Cipanas, 1999), 10.

[11]Eli Tanya, Gereja Dan Pendidikan Agama Kristen, (Cianjur: STT Cipanas, 1999), 3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar